Selasa, 31 Agustus 2010

Mengapa Tokek Mahal Harganya?

KOMPAS.com - Tokek, hewan reptil yang suaranya sering muncul di rumah, kebun, gedung atau bahkan hutan itu kini harganya makin mahal. Tokek berkaki empat mirip cicak itu lebih sering dijumpai di rumah dan kini makin mudah diperoleh di pasaran untuk berbagai keperluan.
Apa yang menjadikan tokek mahal harganya? Ternyata bukan karena suaranya yang sering bunyi tanpa diduga dan berulang-ulang satu periode. Tetapi lebih kepada kandungan dari tokek itu sendiri, yang otomatis untuk memanfaatkan harus disembelih atau dimatikan.

Tokek rumah atau cicak besar bernama latin  Gekko gecko dikenal di beberapa tempat beda menyebutnya misalnya tekek atau tokek, (Jawa), tokok (Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (Inggris).

Tokek rumah memiliki bintil besar-besar di punggungnya yang berbeda-beda warnanya dan hal ini satu diantara pembeda dengan cicak kecil. Bermacam-macam warnanya dari warna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga.
Perut tokek warna abu-abu biru keputihan atau kekuningan dan ekornya juga ada enam baris bintil belang-belang. Kakinya di jari-jari ada bantalan pengisap sehingga pandai lengket di dinding tembok atau pohon.

Tokek menjadi mahal dan dicari orang konon karena bisa menyembuhkan orang yang mengidap HIV atau AIDS. Penyakit mematikan itu menyerang sistem imun tubuh dan belum ada obat medis yang mampu mengatasinya. Sehingga, ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai paling mujarab untuk hal itu.

Bagian lidah tokek dan darahnya dikabarkan mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Yang memiliki khasiat itu tokek berbobot lebih dari 3 ons dalam keadaan hidup.
Selain lidah, konon empedu tokek juga mujarab untuk pengobatan orang yang mengidap AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli dengan harga mahal demi terselamatkan nyawanya.

Di bagian empedu tokek, juga mengandung senyawa anti tumor dan kanker sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh. Sedangkan daging secara keseluruhan sudah dikenal sejak nenek moyang bisa menyembuhkan berbagai penyakit gatal. Banyak orang memberikan kesaksian bahwa penyakit kulit gatal-gatal bisa sembuh dengan tokek yang dibakar atau digoreng.

Harga tokek bervariasi tergantung berat badan dan usia tokek itu sendiri. Di beberapa daerah seperti Jakarta, Batam, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Surabaya dan Solo serta kota lainnya sudah ada lokasi khusus penjualan tokek. Di Pasar Jatinegara, Jakarta juga ada pasar hewan yang menyediakan berbagai macam satwa langka sekalipun, dengan harga murah.
Untuk tokek dengan berat badan kurang dari 1,5 ons masih kisaran Rp 200 ribu. Tapi bila sudah besar sekitar 2 ons dan sudah tua maka bisa mencapai Rp 5 jutaan.

Jika nasib mujur, penjual tokek dengan berat badan lebih dari 3 ons atau 4 ons bisa terjual Rp 100 juta. Akan lebih mahal lagi jika sudah mencapai 1 kilogram dan mendapat pembeli langsung dari Korea, China atau Malaysia harganya bisa lebih dari Rp 200 juta. Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat hingga 64 kilogram yang kemudian terjual Rp 179 miliar oleh pengusaha Korea melalui orang Malaysia.

Sumber : KOMPAS, Yahoo!

Sabtu, 28 Agustus 2010

Astronot yang ke Mars Terancam Tua Mendadak

VIVAnews -- Manusia bermimpi menjelajah luar angkasa melampaui Bulan. Bahkan, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama punya target, pertengahan 2030-an, kita bisa mngirim astronot ke orbit Mars.

Mimpi Obama tidak hanya sampai di orbit, dia berharap bisa mengirim manusia pertama yang akan menginjakkan kaki di Mars.

Namun, sejumlah ilmuwan baru-baru ini mengingatkan bahwa mengirim orang ke Planet Merah bisa berbahaya. Sebab perjalanan luar angkasa dalam waktu panjang akan melelahkan fisik para astronot.  Dari berbagai kajian para ilmuwan menemukan bahwa para astronot akan kehilangan setengah dari kekuatan ototnya dalam misi ke mars itu. 

Contohnya, jika astronot yang ke Mars berusia antara 30 sampai 50 tahun, saat pulang ke Bumi, kekuatan otot mereka setara dengan kakek-kakek usia 80 tahun.  Jika sudah begitu, risiko perjalanan ke mars itu kian besar.

Tim peneliti yang dipimpin Robert Fitts, profesor biologi di  Marquette University di Milwaukee, Wisconsin, mengambil sampel jaringan dari betis sembilan astronot AS dan Rusia yang menghabiskan waktu enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Biopsi yang diambil 45 hari sebelum peluncuran dan sebelum kembali ke Bumi menunjukkan berhentinya pertumbuhan sel di area nol gravitasi.

Profesor Fitts menegaskan bahwa kehilangan massa serat dalam sel, juga kekuatannya, bisa diterjemahkan dengan penurunan lebih dari 40 persen kapasitas kerja fisik.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) merancang perjalanan ke Mars dengan menggunakan teknologi roket saat ini, membutuhkan waktu tiga tahun -- termasuk masa tinggal setahun di Mars.

Jika demikian, penurunan otot-otot yang paling terkena dampak seperti betis bisa mendekati 50 persen. Saat kembali ke gravitasi Bumi, mereka akan sangat lemah, bahkan tidak mampu mengevakuasi diri saat kondisi darurat.

Laporan ini telah diterbitkan secara online dalam The Journal of Physiology -- versi cetaknya akan terbit bulan depan.

Kehilangan kekuatan otot telah diteliti sebelumnya dalam ilmu medis luar angkasa -- namun ini analisis pertama terkait misi dalam jangka waktu lama.

Meski demikian, Fitts mengatakan hasil dari tes ini tak seharusnya menghalangi manusia dari penjelajahan luar angkasa.  Sebab, lanjutnya, "Tanpa eksplorasi, kita akan mandeg dan gagal untuk meningkatkan pemahaman kita tentang alam semesta."

Hasil penemuan ini menunjukkan pentingnya latihan kebugaran bagi astronot -- baik di Bumi maupun saat mereka melakukan perjalanan.

Selain itu penurunan kebugaran tubuh itu,  astronot juga berisiko menderita sakit kanker sebagai akibat dari kerusakan DNA dari radiasi kosmik, hilangnya kepadatan tulang, dan tekanan mental akibat keterasingan.

Juni lalu, enam orang dari Eropa, Rusia dan Cina rela dikurung 520 hari untuk menjalani simulasi misi ke Mars.

Percobaan selama 520 hari itu merepresentasikan  250 hari untuk perjalanan ke Mars, 240 hari untuk kembali ke Bumi, dan 30 hari tinggal di permukaan Mars.

Sumber : VIVAnews

Kertas Koran Elektronik LG Mulai Diproduksi Massal

JAKARTA, KOMPAS.com — Bentuknya layaknya lembaran kertas koran. Namun, tulisan dan gambar yang ditampilkannya bukan cetakan statis. Tulisan dan gambar di lembaran tersebut bisa berubah-ubah layaknya layar ponsel atau komputer.

Inilah salah satu teknologi yang mungkin menjadi masa depan koran di era digital saat ini. Dengan format lembaran yang fleksibel, pembaca tetap dapat menikmati kebiasaan membaca koran yang santai, tetapi dalam format digital yang sesuai tuntutan zaman.

Prototipe lembaran kertas koran elektronik rancangan perusahaan elektronika raksasa Korea Selatan, LG Electronics, kini sudah mulai diproduksi. Kabar terakhir yang dilansir PC World, Kamis (26/8/2010), menyebutkan bahwa LG berencana memproduksi secara massal kertas elektronik berwarna berukuran 9,7 inci dan 19 inci.

Seperti dilansir blog teknologi Engadget, pada Januari lalu, LG pernah memamerkan prototipe kertas elektronik buatannya, tetapi baru menampilkan tulisan dan gambar hitam dan putih saja. Bisa jadi, barang yang akan diproduksi massal adalah pengembangan dari prototipe tersebut.

Namun, tak disebutkan apakah kertas elektronik tersebut akan diproduksi untuk kebutuhan perangkat seperti apa. Selain untuk koran gaya baru dengan tombol navigasi, kertas elektronik juga potensial digunakan sebagai layar sentuh fleksibel untuk papan informasi umum atau kebutuhan lainnya.

Sumber : KOMPAS

Ada Pintu Neraka di Uzbekistan

DAVAZ, KOMPAS.com — Pintu neraka sering dilukiskan dengan suasana api menyala yang sangat mengerikan panasnya. Kondisi seperti itulah yang terdapat di sebuah lubang api menganga di daratan Uzbekistan, Asia Tengah. Maka, lubang api itu pun disebut sebagai "pintu neraka".

Lubang api itu berukuran sekitar dua kali lapangan bola dengan kedalaman lebih dari 30 meter. Semula ukurannya tidak sebesar itu sejak pertama kali "pintu neraka" itu dijumpai manusia pada tahun 1975.

Awalnya ahli geologi menggali dengan alat berat untuk pengeboran gas alam. Anehnya, di lokasi itu ditemukan jurang besar di bawah tanah. Saking besarnya, semua peralatan untuk penggalian itu terperosok ke dalam.

Jurang itu dipenuhi dengan gas bumi yang beracun. Belum ada keterangan resmi Uni Soviet kala itu terkait berapa jumlah korban tewas akibat terkena gas beracun. Namun, para ahli segera menyingkir dan semua peralatan yang terperosok itu ditinggal pergi.

Untuk menghindari gas beracun yang telanjur terbuka ke langit bumi itu menyebar, para ahli memutuskan untuk membakarnya. Posisinya berada di dekat kota kecil bernama Davaz.

Praktis sejak 1975 lubang raksasa itu menyemburkan api seperti gunung berapi dan masih tetap menyala hingga kini walau sudah 35 tahun berlalu. Masyarakat sekitar tak ada yang berani mendekat karena pengaruh medan panas hingga beberapa ratus meter sehingga dinamakan "pintu neraka".

Sampai sekarang belum ada penjelasan apakah "pintu neraka" itu ukurannya melebar atau stabil karena gas yang keluar dari perut bumi itu langsung terbakar. Walau terkena hujan pun, apinya tidak mati.

Lubang api raksasa itu kelihatan dari kejauhan karena berada di daratan tandus yang luas. Bila malam, tampak semakin jelas dengan sorotan cahaya kekuningan yang bersumber dari "pintu neraka" itu.

Mirip dengan lumpur Lapindo, yang terus mengeluarkan lumpur panas gara-gara pengeboran yang dinilai gagal sehingga menyembur ke permukaan bumi. Hingga kini juga belum ada ahli geologi yang mampu menghentikan semburan lumpur panas Lapindo. Yang bisa dilakukan hanya membatasi agar area efek lumpur panas itu tidak terus melebar.

Sumber : KOMPAS

Jumat, 27 Agustus 2010

Ilmuwan: Badai Matahari Setara Dengan Ratusan Bom Hidrogen

WASHINGTON (Berita Suara Media)  - Setelah 10 tahun 'terlelap' dalam tidur panjangnya, Matahari bangun. Bangkitnya Sang Surya membuat para astronom bersiaga penuh.

Minggu ini, beberapa media Amerika Serikat (AS) memberitakan, Badan Antariksa AS, NASA memperingatkan 'tsunami Matahari' yang menciptakan fenomena aurora  saat suar Matahari memukul perisai Bumi awal Agustus lalu, hanya permulaan.

Itu hanya awal dari badai Matahari masif yang berpotensi merusak jaringan listrik dan satelit di seluruh planet Bumi.

NASA telah menangkis semua pemberitaan itu dengan mengatakan, hal itu bisa terjadi 'dalam waktu 100 tahun atau hanya 100 hari'. Namun astronom Australia mengatakan, komunitas ilmuwan luar angkasa bertaruh badai Matahari bisa datang lebih cepat.

Meski mengeluarkan bantahan, NASA telah mengawasi aktivitas badai di Matahari sejak 2006. Dan berita yang beredar di AS menyebut badai matahari bisa terjadi di tahun bencana yang 'diramalkan'  Hollywood -- 2012. 

Kilas balik ke belakang, badai Matahari pada 1859 dan 1921 menyebabkan kekacauan, badai itu memutus jaringan telegram dalam skala yang masif. Dan, badai 2012 diduga lebih berefek negatif.

"Konsensus umum di kalangan para astronom, badai Matahari pada 2012 atau 2013 akan jadi yang terburuk dalam 100 tahun terakhir," kata dosen astronomi dan kolumnis, Dave Reneke, seperti diberitarakan laman News.com.au, 25 Agustus 2010.

Peringatan khususnya ditujukan untuk maskapai penerbangan, perusahaan telekomunikasi, dan siapapun yang tergantung pada sistem GPS modern.

"Bahkan bisa memutus rangkaian listrik dan 'memukul' satelit yang mengorbit, seperti yang terjadi tahun ini," tambah Reneke.

Namun, ilmuwan tak begitu peduli apakah badai Matahari berikutnya terburuk dalam sejarah, ataukah separah badai 1859.

Yang jadi sumber kegelisahan adalah fakta bahwa masyarakat kita sangat tergantung dengan teknologi. Meski tak ada yang bisa memprediksikan efek badai Matahari 2012-2013 dalam masyarakat digital.

Sementara itu, Dr Richard Fisher, Direktur Divisi Heliophysics NASA, mengatakan, pukulan badai super seperti 'sengatan' yang bisa menyebabkan bencana bagi kesehatan dunia, layanan darurat, bahkan keamanan nasional -- jika tak ada tindakan pencegahan yang diambil.

Dan Amerika jadi kampiun. Awal tahun ini AS menyelenggarakan latihan Boulder, Colorado, untuk memetakan apa yang mungkin terjadi jika bumi itu dipukul dengan badai seintens badai 1859 dan 1921.

NASA menyatakan, sesuai laporan National Academy of Sciences, jika badai yang sama dengan 1859 terjadi hari ini, kerugian diperkirakan sebesar $1 sampai $2 triliun. Perlu 10 tahun untuk pemulihan.

Saat badai Matahari menerjang, satelit diduga akan seperti berumur 50 tahun, GPS sama sekali tidak berguna. Dan ledakan badai Matahari diduga memiliki energi setara 100  bom hidrogen. Bom hidrogen memiliki kekuatan lebih besar lagi dari bom atom.

Sekadar diketahui, Maret 1954, AS telah mengujicoba bom hidrogen pertama bernama "Bravo" di Atol Bikini, Kepulauan Marshal, Samudera Pasifik. Bravo berkekuatan 10 megaton TNT atau kira-kira 700 kali energi bom atom Little Boy.  Alhasil, jutaan ton pasir, batu karang, tumbuhan, dan fauna laut dalam radius 20 mil beterbangan membentuk cendawan raksasa membakar langit. Tiga Atol Bikini, yakni Bokonijien, Aerokojlol, dan Nam, tidak terlihat lagi di atas permukaan air.

"Kami tahu ini datang, tetapi kita tidak tahu seberapa buruk itu akan terjadi," kata Dr Fisher kepada Reneke dalam edisi terbaru Australasian Science.
"Sistem akan terhenti. Suar Matahari akan mengubah medan magnet di bumi. Itu cepat, seperti petir. Itu efek matahari.". (ar/vs/) 

Sumber : Suara Media

Efek Negatif Minuman Bersoda, Sungguh Mengerikan!


Suka minuman soda bergula? Ada baiknya mulai membatasi jumlah konsumsi. Pasalnya, peneliti menyatakan bahwa mereka yang mengonsumsi paling tidak dua minuman soda bergula tiap minggu berisiko 87 persen lebih besar mengalami kanker pankreas yang mematikan dibandingkan mereka yang menghindari soda.

Peneliti belum yakin apakah minuman bersoda merupakan penyebab tunggal atau karena gaya hidup tidak sehat pengguna soda. Akan tetapi, beberapa studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa minuman ringan memicu peningkatan gula darah. Hal ini membuat pankreas mengalami stres tambahan.

Kanker pankreas merupakan salah satu dari 11 jenis kanker yang paling umum dijumpai di Inggris. Kanker ini juga merupakan salah satu jenis kanker yang mematikan. Kanker ini diklaim merenggut 7.700 nyawa setiap tahunnya. Aktor hollywood Patrick Swayze merupakan salah satu pasien yang meninggal tahun lalu.  

Peningkatan gula darah

Dalam studi yang berlangsung selama 14 tahun ini, peneliti dari University of Minnesota melibatkan 16.000 laki-laki dan perempuan yang hidup di Singapura. Selama masa studi, ditemukan 140 kasus kanker pankreas.

Peneliti menemukan, partisipan yang mengonsumsi dua atau lebih minuman ringan bergula selama seminggu berisiko 87 persen lebih besar mengalami penyakit dibandingkan mereka yang tidak minum.

Menurut peneliti Dr Mark Pereira, orang-orang yang mengonsumsi minuman soda bergula secara teratur cenderung mengikuti pola diet yang lebih buruk dan gaya hidup yang tidak sehat. Pereira juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya hubungan antara kanker pankreas dengan jus buah.

Akan tetapi, Pereira meyakini bahwa peningkatan kadar gula dari minuman kalengan bisa memicu penyakit pankreas."Kadar gula tinggi dalam minuman ringan bisa meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang diyakini menjadi pemicu pertumbuhan sel kanker pankreas," tutur Pereira , seperti diberitakan melalui situs dailymail.com.

Bukti mengenai efek soda ini masih belum konsisten. Beberapa studi sebelumnya menemukan bahwa soda tidak sehat. Tapi ada juga temuan yang menyatakan sebaliknya. Meskipun begitu, Anda akan mengalami obesitas jika kelebihan asupan gula dan minuman bersoda. Dan kelebihan berat meningkatkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus dan kanker payudara.

Para peneliti juga mengingatkan bahwa makanan bergula bisa meningkatkan kadar gula darah yang mempengaruhi kerja pankreas. Peningkatan kadar gula darah bisa menstimulasi pertumbuhan pankreas dan hal ini bisa memicu kanker.

Soda adalah minuman yang terkenal. Soda dipopulerkan salah satu produsen minumen dari Amerika yang telah beroperasi dari tahun 1800-an. Saat ini, soda sudah menjadi salah satu pilihan minuman ringan yang disukai orang. Meski rasanya enak, Anda harus hati-hati karena ternyata terlalu banyak minum minuman jenis ini berisiko merusak kesehatan.

Apa saja, sih, risiko minum soda bagi kesehatan?

Berikut ini data mengenai dampak negatif atas konsumsi minuman bersoda yang berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber.

Tidak menyehatkan

Soda terdiri dari fruktosa dan gula. Kalori yang dikandung sekaleng minuman itu 2% lebih banyak dari yang seharusnya diperoleh dalam satu hari oleh manusia berusia di atas usia 2 tahun. Anda harus paham bahwa soda umumnya tidak mengandung vitamin, mineral, serat, maupun protein. Jadi biarpun mengenyangkan, soda sama sekali tidak menyehatkan.

Dapat merusak pankreas dan menimbulkan diabetes

Minum soda dalam keadaan perut kosong (misalnya setelah berpuasa atau waktu bangun tidur di pagi hari) juga harus dihindari. Sirup dengan kadar fruktosa tinggi, soda, dan pemanis buatan yang terdapat dalam minuman soda dapat merusak pankreas Anda, yang menyebabkan meningkatnya berat badan. Jika kebiasaan ini diteruskan, lama-lama Anda akan mengidap penyakit diabetes.

Penelitian membuktikan bahwa perempuan yang mengonsumsi soda lebih dari satu kaleng perhari memiliki risiko dua kali terkena diabetes tipe dua dalam jangka waktu 4 tahun ke depan, dari pada mereka yang mengonsumsi kurang dari satu kaleng perhari.

Rawan osteoporosis
 
Asam phosphoric dalam minuman bersoda pun berpotensi mengikis tulang. Pengikisan tulang tersebut membuat Anda jauh lebih cepat terkena osteoporosis.

Berakibat buruk pada saluran pencernaan (mulut, kerongkongan, dan ulu hati)
 
Campuran pada soda membuat perut Anda menjadi kembung dan mengakibatkan cairan lambung naik ke kerongkongan, sehingga ulu hati menjadi nyeri dan menimbulkan masalah bagi mulut, antara lain menyerang email dan membuat gigi jadi sensitif. Minuman yang satu ini juga bisa merusak otot kerongkongan, 'pintu' yang menghalangi cairan asam lambung naik ke kerongkongan.

Pemicu sindrom metabolik
 
Sindrom metabolik adalah kumpulan faktor risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes yang termasuk di dalamnya obesitas, tekanan darah tinggi, peningkatan trigliserida, rendahnya kolesterol baik (HDL), dan peningkatan gula darah. Orang yang minum satu kaleng atau lebih soda rendah kalori dapat meningkatkan risiko sindrom metabolik sebanyak 50-60%.<

Bisa menimbulkan kerusakan sel yang serius
 
Mengkonsumsi minuman bersoda dapat menyebabkan kerusakan sel yang serius. Sodium benzoat yang biasa terdapat dalam minuman bersoda memiliki kemampuan mengubah bagian penting dari DNA seseorang. Gangguan serupa ini biasanya terkait dengan proses penuaan dan penyalahgunaan alkohol. Sodium benzoat, yang berasal dari benzoic acid, telah digunakan selama bertahun-tahun oleh industri minuman karbonat untuk mencegah pertumbuhan jamur dalam industri minuman ringan. Tapi, prakteknya, bahan tersebut dicampur dengan vitamin C, sehingga sodium benzoat pun berubah menjadi kandungan karsinogenik yang disebut benzene. Bahan-bahan kimia tersebut memiliki kemampuan menimbulkan kerusakan pada DNA yang ada di mitokondria.

Merusak ginjal
 
Minuman soda yang mengandung asam fosfor ditengarai menjadi penyebab munculnya batu yang mengakibatkan penyakit ginjal. Mereka yang meminum lebih dari dua kaleng soda dalam sehari berisiko dua kali lipat terkena penyakit ginjal kronis. Asam fosfor mempunyai kemampuan menarik kalsium dari tulang. Residu ini kemudian berkumpul di ginjal dan menjadi batu yang berakibat gagal ginjal. Selain itu, semua kandungan kalsium yang terkikis tersebut berakumulasi di dalam pembuluh arteri, pembuluh vena, jaringan kulit, dan organ-organ tubuh. Inilah yang mempengaruhi fungsi ginjal (terlalu berat bagi ginjal untuk mengolah tumpukan kalsium dalam jumlah besar).

Akibat Buruk bagi Anak-Anak

Minuman bersoda dapat menimbulkan terjadinya obesitas pada anak-anak. Bocah berusia 12 tahun yang meneguk minuman ringan secara teratur akan mengalami kelebihan berat badan dibanding mereka yang tidak meneguk minuman bersoda.

Belum lagi minuman bersoda dapat merusak gigi. Sejumlah makanan yang mengandung gula, seperti jus buah, permen, dan buah kering, dan soda yang merujuk pada kehadiran karsinogenik ternyata menimbulkan kerusakan gigi.

Pada anak-anak pun minuman bersoda juga dapat menimbulkan ketergantungan kafein. Bila anak-anak menghentikan kebiasaan meneguk minuman bersoda, mereka akan mengalami gejala mirip dengan putus obat, seperti mual, sakit kepala, peningkatan tekanan darah, lekas marah, dan timbulnya masalah pada perut.

Soda ternyata juga dapat membuat kualitas otot menurun. Penelitian terhadap hewan menunjukkan bahwa phosphorus, yang biasanya terdapat dalam soda, dapat menguras kalsium tulang. Dua studi memperlihatkan bahwa remaja putri yang mengkonsumsi minuman bersoda dalam jumlah tinggi cenderung mengalami patah tulang. Mereka juga berpotensi kekurangan kalsium dan berdampak pada terjadinya osteoporosis di masa tua.

Bagaimana dengan soda diet?

Minuman ringan soda 'diet' memang punya kadar kalori yang rendah, tapi soda diet ternyata juga memicu resiko penyakit jantung, sama seperti jenis soda-soda lainnya. Artinya para peminum soda diet punya risiko yang sama besar dengan peminum soda bergula biasa.

Beda minuman soda biasa dengan soda rendah kalori terdapat pada pemanisnya. Sebagian besar minuman soda diet (rendah kalori) mengandung gula rendah kalori, salah satunya adalah aspartame. Banyak efek yang tidak bagus terhadap kesehatan yang ditimbulkan oleh aspartame. Penelitian lain juga membuktikan bahwa gula rendah kalori yang terdapat pada soda tidak berpengaruh pada penurunan berat badan, namun dapat meningkatkan berat badan, meski teori ini masih diperdebatkan.

Soda diet umumnya dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang diet, atau yang berusaha menjaga berat tubuhnya. Tapi apakah dengan mengkonsumsi soda diet, berat badan Anda dijamin tak akan naik? Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika, orang yang minum soda diet masih memiliki 41% kesempatan untuk menjadi gemuk. Padahal minuman soda diet mengandung sedikit kalori. Hal ini ternyata disebabkan bahwa saat minum soda diet, seseorang akan berpikir telah mengurangi asupan kalor ke dalam tubuh, sehingga mereka pun merasa bebas mengkonsumsi makanan tinggi kalori. Soda diet juga sebenarnya merangsang nafsu makan. Penjelasan-nya, rasa manis yang terdapat pada soda diet sebenarnya menciptakan keinginan untuk memakan makanan manis lebih banyak. Secara tak langsung, asupan kalori Anda pun meningkat.

Meski produsen soda berdalih bahwa produknya aman untuk dikonsumsi, telah banyak riset yang dilakukan yang membuktikan sebaliknya. Untuk menyikapinya, ada baiknya Anda bijak mencari banyak informasi. Selain itu, ada baiknya Anda memilih alternatif minuman lain yang lebih menyehatkan.

Anda bisa mengganti soda dengan air putih, sari kedelai, susu, jus buah tanpa gula, teh hijau atau teh hitam, dan sebagainya. Karena sesunguhnya, tujuan dari makanan dan minuman yang kita asup adalah demi kesehatan dan kelangsungan tubuh kita. (fn/mi/hw)


Sumber : Suara Media 

Kamis, 26 Agustus 2010

Mengapa Ikan di Kutub Utara Tidak Membeku?

LONDON - Suhu di Kutub Utara betul-betul ekstrem, dengan rata-rata minus 1,8 ° C. Semestinya, suhu serendah ini cukup untuk membekukan ikan apa pun. Titik beku darah ikan adalah sekitar minus 0,9 ° C.

Namun di lautan Kutub Utara, di bawah bongkahan es, ikan-ikan bergerak dengan riang gembira. Inilah yang menarik banyak ilmuwan untuk menelitinya.

Sejak sekitar 50 tahun lalu, para ahli telah menemukan, dalam darah ikan itu ditemukan protein pelindung kebekuan. Protein anti-beku ini bekerja dengan sangat sempurna, jauh lebih sempurna dibandingkan dengan mesin anti-beku yang dioperasikan di rumah-rumah tangga Barat saat musim dingin tiba.

Namun bagaimana protein ini bekerja? Tak ada yang bisa memberi penjelasan.

Inilah yang mendorong para peneliti setempat bersama satu tim dari Amerika Serikat yang dipimpin ilmuwan lokal Prof Dr Martina Havenith untuk melakukan penelitian mendalam. Hasilnya mereka publikasi dalam jurnal kimia bergengsi Amerika, Journal of American Chemical Society ( JACS).

Para peneliti menggunakan teknik khusus, terahertz spectroscopy, untuk mengungkap mekanisme dasar. Dengan bantuan radiasi terahertz, gerakan kolektif dari molekul air dan protein dapat direkam. Dengan demikian, kelompok kerja telah mampu menunjukkan bahwa molekul air, yang biasanya melakukan tarian permanen dalam air cair, dan terus-menerus memasukkan obligasi baru, akan lebih teratur dengan adanya protein ini.

Adalah ikan khas Kutub Utara, Dissostichus mawsoni, sejenis ikan bergigi, yang menjadi objek utama penelitian. Arthur L DeVries, salah seorang peneliti, menyebut, protein pada ikan ini mampu mencegah kristalisasi es, bahkan lebih hebat  pada temperatur rendah dari pada suhu kamar. "Aktivitas anti-beku tidak tercapai dengan mengikat molekul tunggal antara protein dan air, tetapi dengan adanya protein ini, maka fungsi "pelarutan" akan lebih maksimal," ujarnya.

Subhanallah, sempurna sekali ciptaan Allah pada makhluk-makhluknya bukan?


Sumber REPUBLIKA

Rabu, 25 Agustus 2010

Mereka Yang Masih Akrab Dengan Kemiskinan


Lapangan Purpura dekat Pantai Uhun, Pulau Kisar, Selasa pagi 17 Agustus 2010, tampak ramai dikunjungi warga Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Maluku. Mereka berkumpul untuk menyaksikan peringatan HUT RI ke-65.

Purpura dijadikan lokasi peringatan kemerdekaan karena memang desa itulah satu-satunya yang memiliki tanah lapang, cocok untuk pelaksanaan upacara dengan peserta berjumlah banyak.

Upacara itu sendiri menjadi sangat istimewa bagi warga Pulau-Pulau Terselatan, selain baru pertama kali, peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan itu merupakan acara penutup Sail Banda 2010, satu kegiatan reli dan lomba perahu layar bertaraf internasional yang melibatkan puluhan peserta dari 19 negara.

Dipimpin Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu selaku inspektur upacara, acara ini dihadiri sejumlah pejabat sipil dan militer, termasuk Wakil Menteri Perindustrian Alex Retraubun, Sofie Ralahalu (istri Gubernur), Penjabat Bupati MBD Angky Renyaan, Pangdam XVI Pattimura Majen TNI Syafruddin Hatta, Kapolda Maluku Brigjen Pol, Totoy Herawan Indra.

Danlantamal VII Kupang Laksma Amry Husaini yang diundang khusus terlihat duduk bersama tokoh lintas agama, anggota DPRD Maluku dan Kabupaten setempat bersama tamu undangan lainnya. Mereka menempati tribun kehormatan berukuran lebih kurang 50 meter x 5 meter.

Di luar mereka, warga Pulau Kisar tua dan muda juga hadir. Namun, warga setempat yang harus menempuh perjalanan sejauh 7-12 KM itu, hanya mendapat tempat di belakang peserta upacara.

Lagu-lagu perjuangan terdengar menggaung dari perangkat tata suara berdaya listrik cukup besar, paling tidak terukur dari bunyinya yang terdengar mengalahkan deru ombak Pantai Uhun.

Beberapa menit sebelum pukul 10.00 WIT, acara pun dimulai. Derap pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) yang terdiri atas pasukan 17, 8 dan 45 terlihat gagah dan berbaris rapih menuju podium utama.

Cindy Lokarleky, siswa SMA Negeri I Pulau Pulau Terselatan, dipercayakan mengambil duplikat bendera pusaka yang diserahkan Gubernur untuk selanjutnya bersama anggota Paskibraka lainnya dibawa menuju tiang bendera untuk dikibarkan.

Ribuan mata masyarakat yang hadir tertuju pada para paskibraka, dan ini menjadi tontonan langka bagi warga di Pulau Kisar seluas 117,59 kilometer persegi yang merupakan salah datu dari delapan pulau terluar di Kabupaten MBD.

Cindy dan rekan-rekannya sukses mengibarkan Sang Merah-Putih hingga ke puncak tiang. Upacara itu berlangsung khidmat, kendati beberapa acara seperti atraksi perang pasukan kuda terpaksa dibatalkan.

Usai memimpin upacara itu, Gubernur, Wakil Menteri Perindustrian dan rombongan lainnya diundang menuju lokasi penancapan bendera merah putih di atas bukit pantai itu, yang diawali simulasi perang merebut pulau Kisar oleh pasukan elite dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) Lantamal VII Kupang.

Skenario penyerangannya dilakukan pagi-pagi. Dengan menggunakan tiga perahu karet, pasukan marinir Yonmarhanlan Lantamal Kupang mendarat di pantai Uhun, namun belum sempat tiba di bibir pantai, masih di tengah laut, mereka diserang musuh dari negara asing yang mengetahui kedatangan pasukan itu.

Kontak senjata antara prajurit Marinir dan musuh tak dapat dielakan dan bakutembak berlangsung seru, karena musuh sempat bersembunyi di perbukitan batu sepanjang bibir pantai itu.

Namun dengan semangat juang tinggi pasukan Indonesia berhasil melumpuhkan musuh sekaligus membawa bendera merah putih yang terbuat dari tembaga dan menyerahkanya kepada Gubernur Karel Albert Ralahalu untuk ditancapkan di atas perbukitan batu di pulau itu.

Disaksikan ribuan masyarakat dan para tamu undangan Gubernur Maluku menancapkan bendera merah putih di pantai itu, yang dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti pulau-pulau terluar.

Belum Merdeka?

Namun, keramaian dan suasana hingar-bingar di lapangan Purpura itu berbanding terbalik dengan suasana lengang di rumah kecil keluarga Kamanasa di Desa Ohoirata Kecamatan Pulau-Pulau Terselatan di Pulau Kisar, yang berjarak sekitar 15 kilometer dari lokasi peringatan kemerdekaan.

Adalah Sevnat Kamanasa (42) bersama istrinya Tenci Kamanasa (39) dan kelima anaknya yang masih kecil seakan tak hirau dengan acara yang langka terjadi di pulau yang berhadapan dengan Negara tetangga Timor Leste itu.

Pasangan suami istri dengan lima anaknya, Marlon (17), Jhanter (12), Teguh (9), Charlos (6) sibungsu Gion (3), lebih memilih mengolah ladang yang berjarak kurang lebih satu kilometer dari rumahnya.

"Jagung yang ditanam di ladang hanya bisa menghasilkan separuh saja, karena selebihnya mati dan kering akibat kemarau. Kami lebih memilih bekerja di kebun dan berharap hasil panen kali ini lebih baik," ujar Sevnat, saat ditemui di rumahnya yang hanya memiliki satu kamar dan berada di tengah rimbunan pohon koli yang berjejeran di samping kiri-kanan.

Keberhasilan mengolah lahan inilah yang dianggap sebagai "kemerdekaan" sesungguhnya oleh keluarga kecil ini.

Di gubuk kecil berukuran 5x6 meter persegi, keluarga besar Kamanasa tinggal. Beratapkan daun pohon koli, berdinding anyaman bambu yang sebagian pondasinya terbuat dari tanah liat dan berlantai tanah.

Sevnat dan istrinya membesarkan kelima buah hatinya dengan menggantungkan hidup dari hasil kebun. Walaupun sesekali di tengah senggang menunggu hasil panen kebun, dia menyempatkan diri menjadi pekerja buruh angkut di Pelabuhan Nama, yang hasilnya tidak seberapa.

"Kadang seminggu upah yang saya dapat hanya 150.000 ribu rupiah, tergantung pada kapal yang masuk di Kisar," ujarnya.

Bahkan, beberapa kali terpaksa Sevnat harus meminjam uang di kas koperasi buruh angkut untuk memenuhi biaya sekolah empat anaknya dan juga kebutuhan hidup sehari-hari.

Rumah kecil dengan satu kamar itu terpaksa ditempati Sevnat dan keluarganya, karena mereka tidak mampu membuat yang lebih besar lagi, mengingat hasil panen jagung selama semusim dalam setahun hanya mampu menghasilkan empat hingga tujuh kaleng minyak, dengan harga jual Rp125 ribu per kaleng.

Di rumah itu tidak ada perabotan yang berharga. Hanya sebuah lemari pakaian yang tampak masih baru. Selebihnya perabot yang lain sudah terlihat usang. Pakaian yang mereka miliki juga terbatas, sehingga tidak heran jika kelima anaknya terlihat memakai baju kusam dan kotor, bahkan sering dipakai berulang kali sebelum diganti.

"Kalau kakaknya pakai baju baru sepulang dari Gereja atau ibadah terpaksa dibuka dan diberikan kepada adiknya yang juga ingin melakukan hal yang sama," kata Ibu Tenci malu-malu.

Tenci mengatakan, saat malam tiba, nyala pelita menjadi penerang satu-satunya. Di bawah sinar redup pelita itu pula empat dari lima anaknya yang sudah bersekolah menghafal pelajaran pada malam hari.

"Tahun 1997 sudah dipasang tiang listrik lengkap dengan kabelnya, tetapi entah kenapa kabelnya diambil lagi, tinggal tiang berdiri tanpa aliran listrik. Bahkan upah memasang tiang-tiang ini tidak dibayar," ujar Sevnat yang diiyakan istrinya yang setia mendampinginya selama 13 tahun terakhir.

Kasur berukuran 1,5 x 1 meter persegi menjadi satu-satunya pengalas kamar tidur yang pengap bagi keluarga ini melepas lelah pada malam hari, setelah seharian berpacu mengolah ladang di bawah terik matahari.

"Kami tidur berdempetan, terkadang bapak harus tidur di dipan yang terbuat dari bambu di luar rumah," tutur Tenci, sambil menunjukkan sebuah balai-balai bambu yang berjarak dua meter dari rumahnya.

Dipan ini juga berfungsi ganda karena dijadikan meja makan bagi keluarga Kamanasa.

Warga miskin

Keluarga Sevnat adalah potret dari sekitar 73 persen warga Kisar yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, dan jauh dari sentuhan pembangunan. Mereka menggantungkan hidup dari hasil ladang diantara dua musim yakni musim barat dan timur.

Musim Barat berlangsung Desember hingga April, dan musim timur pada paruh Mei hingga September, sedangkan September-Desember panas sangat terik terasa memanggang kulit. Rumput pun ikut terbakar terik matahari.

Di saat warga kesulitan bertani, seringkali bantuan dari pemerintah berupa beras (raskin) tidak cukup untuk memenuhi hidup sehari sehari. Kondisi ini sudah dianggap biasa bagi warga di beranda depan NKRI itu karena telah berlangsung turun-temurun.

Rupilus Jermias (60) dan Tomi Ratuhaurasa (52), dua keluarga miskin di Ohoirata juga mengaku bantuan raskin yang diberikan pemerintah sering datang terlambat hingga setahun, itu pun jumlahnya hanya satu kilogram atau hanya cukup untuk sekali makan saja.

"Raskin biasanya datang sekali setahun. Jatahnya 15-25 kilogram per keluarga, tetapi itu hanya di atas kertas saja. Bahkan kami pernah mendapat jatah 4 cupak (ukuran kaleng susu) beras raskin," kata Rupilus yang turut dibenarkan oleh Tomi.

Kendati demikian masyarakat tetap bisa bertahan hidup mengonsumsi persediaan makanan berupa jagung, kacang-kacangan dan biji mangga kering maupun sayuran di sekitar tempat tinggal mereka.

Tidaklah heran, jika jumlah warga miskin di Kabupaten Maluku Barat Daya masih tinggi, mencapai 57 persen dari seluruh penduduk di Kabupaten yang baru dimekarkan dari induknya Maluku Tenggara Barat (MTB) pada 16 September 2008 itu, sebanyak 74.295 jiwa.

Jauh Panggang dari Api

Kondisi perekonomian di MBD ibarat jauh panggang dari api, di tengah kesulitan mengais rupiah, mereka dihadapkan pada tingginya harga kebutuhan pokok. Contohnya, harga beras mencapai Rp12.000 per kilogram atau dua kali lipat lebih mahal dibanding di Ambon, ibu kota Provinsi Maluku maupun di kabupaten yang lain.

Kebutuhan pokok warga di MBD lebih banyak disuplai dari Kupang (NTT), Surabaya (Jawa Timur), dan Makassar, Sulawesi Selatan menggunakan kapal laut.

Ironisnya fluktuasi harga kebutuhan pokok sering bervariasi dan puncak kemahalannya terjadi di saat musim barat dan timur karena tingginya gelombang laut, sehingga tidak memungkinkan bagi kapal perintis yang membawa kebutuhan pokok untuk berlayar.

Ketika musim gelombang itu pulalah hasil bumi warga Kisar sulit terjual.

"Transportasi udara yang diharapkan saat cuaca tidak bersahabat juga belum mampu manjawab kebutuhan transportasi masyarakat daerah itu, karena hanya dilayani penerbangan Merpati dengan jadwal tidak tentu, padahal seharusnya seminggu dua kali," kata Penjabat Bupati MBD. Frangky Renjaan.

Kebutuhan akan air bersih menjadi masalah lain bagi warga yang mendiami 46 pulau di kabupaten itu, yang secara geografis memiliki enam pulau terluar yakni Leti, Kisar, Marsela, Maiti Marang, Wetar dan Ustutun.

Masyarakat harus memanggul ember dan jerigen berkilo-kilo meter bahkan terkadang menggunakan perahu menuju sumber mata air. Barisan antrean warga untuk mengambil air menjadi pemandangan sehari-hari di Kisar dan pulau lainnya.

"Masalah kemiskinan, listrik, air bersih dan berbagai persoalan lainnya merupakan masalah klasik yang belum terpecahkan sejak Indonesia merdeka 65 tahun silam," kata Kepala Desa Nomaha, Weinan Reytu.

Angky Renjaan mengaku perubahan di kabupaten baru itu berjalan lamban. Apalagi dana yang tersedia untuk menopang pembangunan masih sedikit karena DPRD setempat baru terbentuk dan belum ada kepala daerah defenitif.

"Tiap tahun APBD Kabupaten Maluku Barat Daya hanya sekitar Rp200 miliar, Rp70 miliar di antaranya dipakai untuk belanja rutin dan sisanya untuk membiayai seluruh program pembangunan," katanya.

Masalah keamanan juga menjadi kebutuhan warga di pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Australia dan Timor Leste ini, karena mereka sering terganggu oleh maraknya pencurian ikan oleh nelayan dari Alor yang sering kali mengancam nelayan setempat dengan bom.

Semua masalah itu seakan melengkapi derita dan kemiskinan Rofilus Jermias Tomi Ratuhaurasa, Sevnat Kamanasa, serta puluhan ribu warga pulau terluar itu, entah hingga kapan. (ANT-184/K004)

Sumber ANTARA News

Rabu, 18 Agustus 2010

Video Hot Lucu

Hahahahaha... adoh hot banget sih nih pidio, dilarang protes setelah lihat nih pideo! Plikitiw.


Desainer Aksesories Indonesia Mendunia, Kreativitas dan Kualitas Jadi Kunci Utama


Jika di Malaysia desainer Jimmy Cho menjadi ikon dengan sepatu dan tas karyanya yang mendunia, Indonesia tidak perlu rendah diri. Adalah Nancy Go, seorang putri bangsa keturunan Brasil yang berhasil merambah kancah mode dunia dengan tas-tas karyanya yang diberi merek ‘Bagteria’. (16/08)

Nancy memang pandai memainkan citra produk. Ia dan suaminya, Bert Ng, memilih nama merek  “Bagteria”  yang terkesan global dan mengandung unsur humor. Menurutnya ia mengingkan agar Bagteria seperti bakteri yang mewabah, menjadi ‘infeksi’ di seluruh dunia. Mereka berdua merintis PT Metamorfosa Abadi, payung hukum Bagteria, dengan modal Rp300 juta, pada bulan Mei 2000. Mereka merintis workshop pembuatan tas dengan menyewa sebuah rumah, yang letaknya persis di depan kediaman keluarga Ng di kawasan Jakarta Barat. Waktu itu, mereka mempekerjakan lima karyawan.

Wanita yang lahir di Sao Paulo, Brasil pada tanggal 6 Januari 1963 ini sempat disarankan untuk mendaftarkan ‘Bageteria’ di Italia dan mengubah mereknya menjadi berbau-bau Italia. Tujuan dari hal itu tentunya tidak lepas dari masalah gengsi di mana Italia memang terkenal dengan fashionnya. Akan tetapi Nancy dan suami memutuskan untuk mempertahankan merek ‘Bagteria’ dan mendaftarkannya di Indonesia. Di Eropa dan Amerika, merek Bagteria sepadan dengan Louis Vuitton, Chanel, atau Christian Lacroix.

Para pesohor yang menyukai tas ‘Bagteria’ ini antara lain Paris Hilton, yang kepincut oleh tas rancangan Nancy yang dipamerkan dalam Fashion Week di AS. Selain Paris, bintang film cantik asal Perancis yang terkenal sebagai pasangan Tom Hanks di The Da Vinci Code, Audrey Toutou, juga merupakan peminat tas ‘Bagteria’. Nama lain adalah Emma Thompson dan putri Zara Phillips, cucu Ratu Elizabeth II.

Sejak awal, Nancy dan Bert memosisikan Bagteria sebagai produk ekspor. Sebagai langkah awal, mereka membidik Hongkong. Sebab Hongkong adalah kiblat mode Asia. Setelah mempelajari secara detail prospek pemasaran Bagteria, mereka memutuskan untuk berbisnis dengan konsep waralaba. Di tiap negara, mereka memilih satu distributor sebagai master franchise untuk menyebarkan Bagteria ke butik pilihan. Namun, perempuan kelahiran Brasil, 1963 ini mengecualikan Taiwan. Khusus untuk negara tersebut, Nancy melakukan bisnis secara kemitraan.

Setelah sukses di Hongkong, PT Metamorfosa Abadi mulai kebanjiran order. Pada 2003, mereka menjajaki untuk menembus pasar Jepang, yang terkenal sulit ditembus eksportir baru. Menurut Nancy importir Jepang sangat peduli terhadap kualitas. Sekali mereka dikecewakan maka tertutup sudah kesempatan eksportir, karena itu Nancy dan Bert sangat konsisten untuk menerapkan kontrol kualitas bagi produk-produknya. Kini, Jepang merupakan salah satu negara dengan permintaan tas Bagteria tertinggi, di antara negara-negara Asia lainnya.

Memang Nancy sengaja tidak menjadikan Indonesia sasaran pertama pemasaran ‘Bagteria’. Untuk harga jual dalam negeri yang berkisar 1 – 8 juta per tas, masyarakat Indonesia masih menganggap harga tas itu terlalu mahal. Padahal ‘Bagteria’ memang menggunakan bahan baku yang unik seperti kristal swarovski, manik, payet, batuan semi-precious, hingga emas dan perak dalam ukuran milimeter semuanya dijahit secara teliti satu per satu. Dia pun menggunakan bahan dari bulu domba, kulit belut, piton, ostrich, kulit ikan salmon, dan gading mammoth. Untuk bahan-bahan ini, ia memesan langsung ke Siberia, Islandia, dan Afrika. Meski begitu, Nancy juga memanfaatkan bahan lokal, seperti kulit piton, kulit buaya, kerang, kayu, dan perak dari perajin Bali dan Yogya.

Wanita Muda Berhasil Menembus Pasar Fashion Dunia dengan Tas ‘Mimsy’

 
Selain nama ‘Bagteria’ dan Nancy Go, ternyata produk tas dari Indonesia ada juga yang berhasil memperoleh nama di dunia. Merek tas unik ini adalah ‘Mimsy’, buatan asli wanita Indonesia bernama Christyna Theosa yang baru berusia 27 tahun. Chrityna adalah seorang desainer lulusan desain grafis di Art Center College of Design, Pasadena, California, Amerika Serikat.

Sejak masih kuliah, Christyna memang hobi mendesain tas. Setelah mencoba berbagai jenis desain, Christyna akhirnya bisa membuat merek terkenal dengan jenis model clutch.

Berbeda dengan sejumlah pebisnis, Christyna memulai bisnis ini justru dimulai di Amerika. Dia menitip jual tas desainnya ke sebuah butik Indie di Santa Monica, California. Ternyata tas itu digemari oleh warga California. Lama-kelamaan, dalam waktu singkat tas yang dia beri merek Mimsy ini menarik pelanggan di negeri Paman Sam itu. Ia kemudian diberi sudut khusus untuk memajang kreasi lebih banyak lagi.

Bahkan tas hasil desainnya itu sering melenggang di berbagai even internasional seperti Fashion Week di New York dan Las Vegas, juga di Jepang, Kanada, Sydney, Dubai, dan Madrid.

Sumber vibiznews